Wartakita.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berharap Rapat Kerja Daerah III DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan bisa sukses terlaksana.
Hal ini disampaikan Danny Pomanto usai menghadiri Pembukaan Rakerda III DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Rabu (12/10/2022).
“Semoga Rakerda PDI Perjuangan Sulsel sukses terlaksana, dan saya yakin hasilnya adalah untuk kebaikan rakyat,” ungkap Danny Pomanto.
Rakerda yang dihadiri 155 kader PDIP se Sulsel ini dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat. Dalam sambutannya, PDI Perjuangan mendorong seluruh daerah untuk memaksimalkan gerakan menanam.
Hal ini diperlukan untuk menyiasati krisis sebagai dampak dari terpuruknya ekonomi global. Mulai krisis energi hingga krisis pangan.
“Ternyata menanam adalah salah satu cara mengatasi krisis yang kita hadapi ke depan. Lebih dari itu juga bisa mengendalikan inflasi, tanaman cabai itu ternyata salah satu penyumbang inflasi,” ujar Djarot.
Diketahui, gerakan tanam aneka tanaman pangan keluarga sudah diterapkan sejak 2016 di Makassar. Sekitar 7.000 lorong memaksimalkan budidaya cabai melalui Lorong Garden dan Badan Usaha Lorong.
Di periode kedua Danny Pomanto program tersebut disempurnakan menjadi Lorong Wisata. Selain mampu memenuhi ketahanan pangan keluarga, juga diharapkan mampu menciptakan ketahanan ekonomi. (*)
http://dlvr.it/SZxWrJ
Rabu, 12 Oktober 2022
Senin, 10 Oktober 2022
Ganjar Pranowo Puji Program Pengendali Inflasi Lorong Wisata Makassar
Wartakita.id, MAKASSAR – Upaya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengendalikan inflasi melalui penanaman komoditi pangan di lorong wisata menuai pujian dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
Pujian itu dilontarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi Lorong Wisata Sydney (Cipta Karya), di BTN Citra Tello Permai, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Minggu (9/10/2022).
Ganjar menyampaikan saat ini Indonesia tengah bersiap untuk menghadapi ancaman resesi akibat kenaikan inflasi yang sangat tinggi.
Namun dengan adanya program lorong wisata oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto membuat Makassar menjadi salah satu daerah di Indonesia paling siap menghadapi ancaman resesi.
“Jadi sebenarnya pengendalian inflasi bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, dan pak wali melakukan hal itu dengan baik dan didukung masyarakat setempat,” ucap Ganjar.
Ganjar menyebutkan harga cabai yang tinggi menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi begitu pula dengan bawang merah. Sehingga menurutnya, apa yang telah dilakukan Danny Pomanto sangat patut untuk dicontoh.
Di mana di lorong wisata, masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) menanam komiditi pangan seperti cabai, tomat, pakcoy, kangkung, selada, sawi, bawang, hingga padi. Ada juga budidaya lobster air tawar, ikan nila, dan ikan lele.
“Saya melihat kegiatan KWT, menanam, mengoptimalkan lahan, sampai berdagang, menurut saya ini pemberdayaan yang bagus dan perlu untuk dicontoh,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto ikut mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkeliling lorong wisata dan menyaksikan tanaman pangan yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Keduanya bahkan berkesempatan memanen cabai dan ikan nila.
Di hadapan Ganjar, Danny Pomanto menerangkan lorong wisata merupakan program unggulan Pemkot Makassar dengan menyasar 1.095 lorong wisata tahun ini dan 5.000 hingga 2026.
“Visi-Misi kami ada 5.000 lorong wisata yang menjadi pembangkit ekonomi masyarakat kecil,” ungkapnya.
“Jadi lorong wisata ini adalah serial lorong, periode pertama saya ada lorong garden dan sekarang kita kembangkan menjadi lorong wisata. Bahkan kita tambah dengan komoditi berdaya saing tinggi, seperti lobster air tawar,” tambah Danny.
Dengan adanya respon positif dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Danny Pomanto berharap program lorong wisata menjadi contoh secara nasional.
“Saya kira ini bisa menjadi contoh Indonesia dan ini adalah gerakan nasional. Di Bali kemarin waktu pertemuan itu sudah disampaikan tanam cabai, tanam bawang, dan itu kita sudah lakukan sejak 2015 lalu. Kita mau sampaikan ke nasional lewat pak Ganjar bahwa Makassar sudah melakukan itu,” bebernya.
Pada kesempatan itu turut hadir pula Asisten I Andi Muh Yasir, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Evy Aprialty, Kepala Dinas Koperasi Sri Sulsilawati, Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Roem, dan camat se-Kota Makassar. (*)
http://dlvr.it/SZnBWF
http://dlvr.it/SZnBWF
Minggu, 02 Oktober 2022
Kecamatan Biringkanayya dan Tamalanrea Disapa Hujan Es
Wartakita.id – Makassar, Sebagian Kota Makassar, Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea, mengalami hujan es, Sabtu (1/10/2022) sekitar pukul 14.00 Wita yang berlangsung selama beberapa menit, sempat membuat warga panik karena belum pernah mengalami sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menilai hujan es tersebut biasa terjadi di masa pancaroba. Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha membenarkan telah terjadi hujan es di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.
“Dari pantauan kami tadi siang, sekitar pukul 14.00 Wita, awan sangat tinggi di bagian utara Kota Makassar yakni di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea. Di situ dilaporkan terjadi hujan es,” katanya.
Rizky menjelaskan, jika fenomena hujan es sendiri memang fenomena yang normal terjadi, khususnya masa peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan seperti pada bulan-bulan sekarang.
Begitu pun sebaliknya dari musim hujan ke musim kemarau.
Rizky melanjutkan, jika tadi ada satu gumpalan awan yang sangat tinggi yang disebut sebagai awan kolomunimbus. Hujan es itu memang disebabkan awan kolomunimbus.”
Hujan es ini terbilang normal, tapi jarang terjadi. Hujan es itu memang terjadi di musim-musim pancaroba seperti saat ini. Memang tadi satu awan saja, seperti gumpalan awan kolumunimbus di Biringkanaya. Jadi hanya terjadi di Biringkanaya dan Tamalanrea, sehingga tidak terjadi hujan es di daerah lainnya di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Rizky menambahkan, jika awan kolumunimbus tumbuhnya sangat cepat dan sangat tinggi.
“Musim penghujan di Kota Makassar diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan Oktober, sehingga di akhir bulan September dan awal Oktober ini masih kita pantau berada pada masa peralihan,” tambahnya.
http://dlvr.it/SZL4dQ
http://dlvr.it/SZL4dQ
Langganan:
Postingan (Atom)
Salwa Salon
wartakita.id
Reccomended Sites
Anungku Todong
tagar
arsip
- Juni (21)
- Mei (12)
- April (12)
- Maret (8)
- Februari (23)
- Januari (13)
- Desember (17)
- November (13)
- Oktober (8)
- September (20)
- Agustus (9)
- Juli (9)
- Juni (21)
- Mei (19)
- April (21)
- Maret (23)
- Februari (22)
- Januari (14)
- Desember (2)
- November (11)
- Oktober (9)
- September (26)
- Januari (1)
- Oktober (1)
- Juli (1)
- Januari (5)


